“KETIDAKTERSEDIAAN AIR BERSIH” (Contoh kasus di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur)

 

MENGAPA AKSES TERHADAP AIR BERSIH MENJADI PENTING?
Air merupakan kebutuhan dasar dari setiap manusia. Kebutuhan akan air merupakan hal yang paling penting dari setiap manusia. Untuk itulah setiap manusia berhak untuk mendapatkan akses terhadap air bersih. Seluruh tubuh kita terdiri atas air, karena itu setiap waktu kita membutuhkan air untuk
menjaga kesehatan kita, ini berarti tanpa air bersih yang cukup dalam tubuh kita maka risiko untuk sakit menjadi lebih besar. Kebutuhan akan air bukan hanya milik suatu individu tetapi juga bagi masyarakat secara luas, untuk itu air yang disediakan untuk masyarakat haruslah memenuhi kebutuhan dari masing-masing individu dalam masyarakat tersebut. Karena itu ketersediaan air bersih mempunyai peranan yang sangat besar bagi peningkatan status kesehatan masyarakat. Air bersih yang tersedia harus memenuhi syarat bukan hanya dari jumlah (kuantitas) tapi juga kualitasnya. Apalah artinya air banyak tapi tidak bisa digunakan karena kualitas yang rendah. Banyak
penyakit yang berhubungan erat dengan ketersediaan air bersih, seperti diare, kolera, disentri, penyakit kulit dan sebagainya. Dalam ilmu sanitasi penyakit-penyakit ini digolongkan dalam water borne desease. Dalam kenyataannya tidak semua masyarakat mendapatkan akses terhadap air bersih, masyarakat yang tinggal jauh dari perkotaan yang maju sering mendapatkan kesulitan dalam memperoleh air bersih. Masyarakat yang tinggal di desa lebih sering memperoleh air bersih dari sumur galian, sungai maupun danau atau waduk yang berada di sekitar
tempat tinggal mereka meskipun terkadang sumber air yang ada berada sangat jauh dari lokasi desa tempat tinggal mereka. Ketersediaan air bersih masih merupakan masalah yang harus segera diatasi.
APAKAH YANG MENJADI AKAR PERSOALAN?
Kemiskinan merupakan akar dari permasalahan ketidaktersediaan air bersih di desa tertinggal. Sebagaimana kita ketahui sebagian besar masyarakat yang tinggal di wilayah
pedesaan memiliki tingkat ekonomi yang sangat rendah, sering ditemukan bahwa pekerjaan dari masyarakat di pedesaan adalah petani ataupun peternak, sehingga ratarata masyarakat di pedesaan masuk dapat disebut sebagai masyarakat miskin. Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu daerah yang memiliki angka kemiskinan yang relatif besar. Masyarakat desa yang miskin terkadang sangat sulit dalam memperoleh air bersih, masyarakat pun tidak mampu membayar untuk
mendapatkan air bersih. Hal ini disebabkan buruknya infrastruktur maupun
pembangunan yang berjalan sangat lambat, sehingga akses terhadapa air bersih pun sangat sulit didaerah desa yang miskin dan jauh dari pembangunan. Karena itu sebagaian masyarakat terkadang memanfaatkan air yang berada di desa mereka ataupun disekitar desa mereka walaupun air tersebut belum tentu layak untuk dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga kesehatan merupakan hal yang harus dipertaruhkan oleh masyarakat yang hidup didaerah pedesaan. Perhatian pemerintah daerah yang hanya kepada perkotaan saja dan melupakan pembangunan desa menjadi salah satu faktor lain. Kebijakan pemerintah daerah yang
salah dalam pembangunan dan hanya memperhatikan sisi keuntungan menyebabkan masyarakat desa menjadi terabaikan. Kegiatan yang sering dilakukan oleh Ketersediaan air bersih juga harus memeperhatikan bagaimana keberlanjutan dari pelayanan air bersih yang diterima, sehingga air bersih yang tersedia bukan hanya untuk jangka waktu yang pendek namun dapat berlanjut dalam jangka waktu yang panjang.
APA SAJA KEBIJAKAN YANG BISA DIAMBIL?
Berdasarkan uraian diatas maka terdapat beberapa pilihan solusi kebijakan yang bisa diambil. Pertama, bersama-sama Dinas Pekerjaan Umum dan Perusahaan Air Minum Daerah membuat pipa saluran air masuk ke desa tertinggal tersebut. Yang kedua, bekerjasama dengan LSM ataupun NGO dalam membantu menyediakan air bersih. Dan yang ketiga, pemanfaatan sumber daya manusia desa setempat dan sumber air bersih yang ada.
Ketiga pilihan diatas tentunya mempunyai kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Untuk pilihan yang pertama menyangkut kerjasama dengan Dinas PU dan PDAM mempunyai kelemahan dalam hal birokrasi yang  panjang dan proses yang panjang sehingga tentu akan memakan waktu yang sangat lama. Untuk pilihan yang kedua, kerjasama dengan LSM ataupun NGO yang ada terkadang bermasalah dalam hal keberlanjutan penyediaan air bersih. Terkadang proyek yang ada Cuma bermanfaat
dalam jangka waktu proyek tersebut dibuat, sebagai contoh apabila proyek tersebut dibuat dalam jangka waktu 3 tahun maka Cuma 3 tahun masyarakat memperoleh manfaat dari proyek tersebut, sehingga apabila proyek tersebut habis maka masyarakat pun kembali ke kondisi yang semula. Hal ini didasarkan dari pengamatan yang ditemukan di beberapa desa meskipun pernah ada dan terdapat sisa-sisa dari pembangunan beberapa LSM namun tidak dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setelah proyek tersebut berakhir. Meskipun begitu terkadang pula kerjasama dengan LSM dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat apabila dilakukan
dengan baik. Pilihan yang ketiga, pemanfatan sumber daya manusia dan sumber air yang ada di desa tersebut menjadi pilihan yang sangat cocok dengan permasalahan yang ada. Selain pelayanan air bersih berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, masyarakat desa pun diberdayakan sehingga mampu mengatur sendri kebutuhan akan sumber air bersih
di desa tersebut. Pemerdayaan masyarakat desa dan pemanfaatan teknologi sederhana yang mampu dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri menjadi pilihan yang dapat dilaksanakan dalam jangka waktu yang pendek dan dengan biaya yang relatif lebih kecil.
EFEKTIFKAH KEBIJAKAN YANG DIAMBIL?
Kebijakan yang diambil adalah Pemanfaatan SDM desa setempat dan sumber air yang ada di desa tersebut. Kebijakan ini di anggap paling baik dan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan ketersediaan air bersih yang masih kurang. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan teknologi sederhana dan memaksimalkan sumber-sumber air yang tersedia di dalam desa tersebut. Perberdayaan masyarakat perlu dilakukan sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam program tersebut serta dapat menjaga keberlanjutan dari program tersebut.  -pemanfaatan  teknologi sederhana seperti pipa dan pompa dimaksudkan agar dapat menyalurkan air bersih ke setiap rumah di desa tersebut. Selain pemanfaatan teknologi, juga dengan memaksimalkan sumber air yang tersedia di rumah warga seperti sumur-sumur galian warga di perbaiki dan dibuat suatu sistem penyaringan air sederhana sehingga air yang di dapat merupakan air yang bersih dan layak konsumsi. Sumber-sumber air yang ada pun dimaksimalkan untuk seluruh anggota masyarakat sehingga dapat digunakan secara bersama-sama, dengan begitu semua anggota  masyarakat dapat turut merasakan manfaat dari program tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s