Zahratul Hayati

12/338259/PKU/13121 (Minat PPK)

Masalah yang diangkat pada analisis kebijakan di atas adalah tentang merokok, masalah yang sering dihadapi yakni oknum-oknum yang merokok sembarangan tanpa mempedulikan kesehatan, tidak usah untuk kesehatan mereka masing-masing akan tetapi kesehatan orang lain yang sangat menghargai pentingnya kesehatan. Yang mengetahui bahayanya merokok terutama bagi para ibu hamil dan anak-anak kecil. Dampak yang dirasakan oleh merokok memang dalam jangka panjang sehingga untuk waktu singkat bagi para perokok, di masa mendatang gejala-gejala kanker paru akan muncul, jantung karies gigi kanker rongga mulut, impotensi dan maskih banyak lagi penyakit yang ditimbulkan oleh rokok. Menghisap rokok sebenarnya sama dengan memasukkan racun secara sengaja ke dalam tubuh. Nah, sekarang yang menjadi akar permasalahannya yakni mungkin sulit untuk menghentikan atau melarang orang untuk merokok akan tetapi mencegah agar para perokok aktif tidak dibiarkan menghisap rokok disembarang tempat, karena dengan dibiarkan seperti begitu terus mereka tidak hanya meracuni diri sendiri tetapi juga kesehatan orang lain terancam. Sehinggga kita perlu memngkonsultasikan apa yang harus dilakukan agar masalah ini terpecahkan untuk mencegah keterpaparan asap rokok dari para perokok yang menghisap rokok dijalanan ataupun di tempat-tempat umum sehingga kita perlu membentuk kebijakan-kebijakan yang perlu kita perlihatan serta dikonsultasi kepada para ahli studi Negara tentang kebijakan-kebijakan yang perlu dibentuk untuk menanggulangi malah orang-orang yang merokok di tempat-tempat umum

Pilihan-pilihan kebijakan yang telah terangkum yaitu

  1. Pemerintah Daerah wajib mewujudkan kawasan ((Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum) dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok.
  2. Pemerintah Daerah melakukan sanksi tegas (kurungan penjara dan membayar denda yang cukup tinggi) terhadap orang yang merokok di kawasan ((Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum) dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok.
  3. Pemerintah menaikkan pajak pabrik rokok
  4. Pemerintah wajib membuat aturan kepada setiap pabrik rokok untuk membatasi produksi rokok dengan kata lain mengurangi peredaran rokok yang berada dipasaran.

 

Penjelasan dari masing-masing pemilihan kebijakan yaitu: Pertama Pemerintah Daerah wajib mewujudkan kawasan ((Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum) dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok. Kebijakan ini tidak serta merta melarang orang untuk berhenti merokok akan tetapi untuk menghindari keterpaparan asap rokok bagi para perokok pasif, sebagai pendukung kebijakan ini pemerintah menyediakan tempat atau ruangan khusus yang menggunakan alat penghisap asap bagi para perokok untuk merokok. Kemudian, yang Kedua Pemerintah Daerah melakukan sanksi tegas (kurungan penjara dan membayar denda yang cukup tinggi) terhadap orang yang merokok di kawasan ((Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum) dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok, untuk opsi kebijakan ini memang sangat radikal akan tetapi sangat sulit diterapkan karena akan mendapatkan kecaman dari masyarakat hanya karena merokok mereka dapat kurungan penjara dan membayar denda cukup tinggi walaupun tujuannya adalah baik untuk menjaga kesehatan masyarakat demi kelangsungan hidup dan memperpanjang usia, untuk pilihan kebijakan yang Ketiga pemerintah menaikkan pajak pabrik rokok kalau dilihat tujuan dari menaikkan pajak pabrik rokok yaitu untuk menaikkan harga rokok sehingga para perokok akan enggan untuk membeli rokok karena harganya cukup tinggi, akan tetapi tidak akan efisien karena akan berdampak kearah istilah “hanya orang-orang yang mampu yang merokok” sehingga meninjau kembali ke arah masyarakat maka masyarakat akan terprovokasi apalagi yang sudah kecanduan rokok dengan bagaimanapun caranya mereka akan berusahha untuk membeli rokok. Kemudian yang Keempat Pemerintah wajib membuat aturan kepada setiap pabrik rokok untuk membatasi produksi rokok dengan kata lain mengurangi peredaran rokok yang berada dipasaran tidak dipungkiri kalau pemerintah kita dikhawatirkan untuk menormalkan banyaknya produksi maka dari pihak pabrik akan menyuap para pengawas-pengawas pabrik jika disetujui opsi kebijakan yang ini  meski tujuannya juga adalah sama untuk menekan angka masyarakat merokok.

Dari keseluruhan kebijakan yang ditawarkan maka terpilih satu opsi kebijakan yaitu Pemerintah Daerah wajib mewujudkan kawasan ((Tempat umum, sarana kesehatan, tempat kerja dan tempat yang secara spesifik sebagai tempat proses belajar mengajar, arena kegiatan anak, tempat ibadah dan angkutan umum) dinyatakan sebagai kawasan tanpa rokok. Kebijakan ini tidak serta merta melarang orang untuk berhenti merokok akan tetapi untuk menghindari keterpaparan asap rokok bagi para perokok pasif, sebagai pendukung kebijakan ini pemerintah menyediakan tempat atau ruangan khusus yang menggunakan alat penghisap asap bagi para perokok untuk merokok. Keputusan ini dianggap sangat bijak dan untuk menanggulangi keterpaparan  asap rokok dari perokok aktif kepada para pengguna fasilitas umum. Dan sebagai contoh sudah ada diterapkan oleh masing-masing daerah tertentu pada fasilitas umum seperti Kendaraan umum (Trans/busway), Puskesmas, RS dan sarana-sarana umum lainnya.

 

Catatan: Kebijakan terpilih dari 4 opsi yang ditawarkan yakni sesuai dengan peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 19 tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan presiden republik indonesia, Pasal 25 dan 22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s