SETORAN BULANAN RETRIBUSI PUSKESMAS

 

Mengapa Retribusi Puskesmas sebagai sumber pendapatan daerah? 

 

Pendapatan asli daerah adalah sesuatu yang sangat signifikan dalam menunjang pembangunan suatu daerah,di era disentralisasi saat ini anggaran pendapatan dan belanja suatu daerah ditentukan oleh sumber daya alam yang ada di daerah tersebut di tambat dengan bantuan dari pusat yaitu DAU (dana alokasi umum) DAK (dana alokasi khusus). Salah satu hal penting dalam Desentralisasi di indonesia pada era otonomi daerah adalah desentralisasi fiskal. Secara teori desentralisasi fiskal adalah pemindahan kekuasaan untuk mengumpulkan dan mengelola sumber daya financial dan fiskal.yang menarik sebagai dampak desentralisasi adalah perbedaan kemampuan fiskal yang semakin besar antarpropinsi dan kabupaten/kota,dimana propinsi dan kabupaten kota yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai anggaran  belanja yang besar bila dibandingkan dengan daerah yang miskin.ditambah lagi dengan adanya dana bagi hasil yang tidak berimbang antar daerah. Untuk mengatasi minimnya anggaran tersebut pemerintah daerah menggali sumber pemasukan dari sektor pajak dan retribusi daerah termasuk didalamnya adalah retribusi setoran bulanan rutin dari Puskesmas.padahal sebagian besar dana untuk pelayanan kesehatan dibiayai oleh pemerintah pusat, tapi mengapa pemerintah daerah menjadikan puskesmas sebagai sumber pendapatan untuk meningkatan anggaran pendapatan daerah.

 

Argumen kebijakan yang lemah

 

Kebijakan peningkatan anggaran operasional puskesmas dipandang paling cocok untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas.dengan meningkatnya anggaran opersional puskesmas tentu akan meningkatkan juga mutu pelayanan di puskesmas.kebijakan ini sebetulnya lemah karena pemerintah pusat sendiri diera desentralisasi terjadi penurunan anggaran ditambah lagi belum sinkronnya antara kebijakan ,perencanaan dan penganggaran serta dalam pelaksanaaanya.dimana pada prakteknya terjadi kesulitan penyaluran sampai ke daerah dalam penggunaan dana dekonsentrasi akibat kekurangsiapan daerah ,sempitnya waktu untuk  membelanjakan dan pelaporannya.akibatnya terjadi penyerapan dana yang rendah.ini salah satu masalah besar yang dihadapi oleh anggaran pemerintah pusat.

 

Efektifkah kebijakan ini ?

 

Kebijakan peningkatan anggaran disaat dana dari pusat seperti DAU,DAK, dan dana dana dari APBN  lainya yag ternyata tidak cukup untuk melayani pembiayaan kesehatan dirasa sebagai suatu solusi yang lemah. Kebijakan ini berimplikasi pada daerah dimana pada era desentralisasi ini intinya sektor kesehatan termasuk di dalamnya yaitu pengaaggaran dananya adalah adalah menjadi urusan rumah tannga daerah. Sehingga kesan ketergantungan pada pemerintah pusat serta anngapan bahwa pelayanan kesehatan merupakan urusan pemerintah pusat pada saat ini masih terjadi di setiap daerah.

Kebijakan ini membuat daerah menjadi manja dan hilangnya kemampuan  dalam menyusun anggaran kesehatannya. Sehingga dicari cara yang paling mudah dalam meningkatkan anggaran daerahnya melalui pajak dan pemungutan berbagai retribusi daerah yang terdengar agak ganjil dan janggal sebagai suatu solusi.

 

Apa akar masalahnya tepat ?

Karena daerah  pada era desentralisasi saat ini sudah diberikan kekuasaan dan keluluasaan dalam mengolah sumber daya financial dan fiskal, sehingga hal yang paling mendasar di dalam meningkat penerimaaan asli daerah adalah dengan membenahi serta meningkatkan kemampuan aparaturnya di dalam merencanakan dan menanggarkan serta meyusun program program pembiayaan yang tepat sasaran sehingga berdampak langsung pada perbaikan kesejahteraan rakyat dan bukan malah yang sebaliknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s