Masalah Kebijakan Distribusi Makanan Tambahan MP-ASI

Nama : Nurhasni Yoisangadji

MInat : KMPK 2012

Dalam Pengambilan Suatu Kebijakan Dalam Organisasi (Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula ) Banyak Hal Yang Terjadi Bahkan Tidak Sedikit Yang Mengalami Adanya Pro Dan Kontra Dalam Putusan Kebijakan.

Dalam Kerangka Konsep Kebijakan Dan Manajemen Pelayanan Kesehatan Terpadu Masalah Yang Saya Angkat Adalah Distribusi Pemberian Makanan Tambahan MP-ASI Yang Akar Persoalannya Karena Keterbatasan Jangkauan Akses Ke Masyarakat Di Wilayah Sulit. Dalam Hal Ini Kadis Selaku Policy Maker Mengambil Suatu Kebijakan Untuk Mengefektifkan Dana Pendistribusian Yang Minim. Maka Policy Maker Perlu Melakukan Beberapa Policy Options, Yaitu :

1.     Merger Dengan Kegiatan Lintas Program

2.     Bekerjasama Dengan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat

3.     Melakukan Kegiatan Dengan Menggandeng Dinas Terkait

Penjelasan Studi Kasus

Merger Dengan Kegiatan Lintas Program

Dalam Organisasi (Dinas Kesehatan) Ada Beberapa Program Yakni P2PL, Pelayanan Kesehatan, Perencanaan,KIA – KB, Dan Farmasi.

Dalam Distribusi Pemberian Makanan Tambahan MP-ASI Merupakan Kegiatan Dari Program KIA-KB, Namun Banyaknya Kegiatan Yang Dilakukan Di Beberpa Program. Maka Perlu Melakukan Merger Dengan Program Lain. Apalagi Pada Program Lain Terkadang Terhalang Oleh Pendanaan Yang Cenderung Tertunda Pencairannya. Membuat Policy Maker Harus bertindak Cepat.

Bekerjasama Dengan Kelompok  Pemberdayaan masyarakat

Dalam Kegiatan Pendistribusian Peran Aktif Kelompok Masyarakat Menjadi Titik Utama Dalam Menyukseskan Suatu Kebijakan. Untuk Itu Selaku Pengambil Keputusan, Manajer Perlu Melakukan Pendekatan Yang Baik Dengan Kelompok Ini. Karena Dinamika Suatu Kelompok Masyarakat Berbeda – beda, Dan Kondisi Wilayah Yang Sulit Dan Kondisi Alam Yang Kadang – Kadang Tidak Jelas Membuat Akses ke Wilayah Sulit Semakin Tidak menentu, Dinas Kesehatan Yang Dalam Pendistribusian MP – ASI Harus Mengambil Inisiatif Untuk Menyalurkan Bantuan Tersebut Kepada Masyarakat Di Wilayah Terpencil Tepat Pada waktunya.

Melakukan Kegiatan Dengan  Menggandeng Dinas Terkait

Dalam Hal Ini Selaku Policy Maker Perlu Mengambil Policy Option Dengan Bekerjasama Dengan Dinas Terkait Dalam Hal Ini Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan. Namun Harus Adanya Koordinasi Dengan Pihak Tersebut, Koordinasi Kadang Sering Alot Dan Memakan Waktu Yang Sangat Lama. Dapat memungkin Keterlambatan Pendistribusian MP – ASI.

Policy Option Yang Di Pilih

Bekerjasama Dengan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat

Selaku Policy Maker, Kadis Tentu Sudah Sepatutnya Memilih Optian Ini Karena Selain Untuk Mensukseskan Suatu Kebijakan Perlu Adanya Perlakuan Pemberdayaan Dengan Masyarakat Karena Pada Dasarnya Program Program Yang Dibuat Memang Untuk Kepentingan Masyarakat Terlebih Termasuk Pendistribusian Makanan Tambahan MP – ASI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s