KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KELOMPOK PENDUKUNG IBU

MENGAPA ASI EKSLUSIF MENJADI AGENDA KEBIJAKAN

Asi merupakan kebutuhan utama untuk bayi umur 0 – 6 bulan. Pemberian asi pada bayi umur  0 – 6 bulan tanpa makanan pendamping disebut dengan pemberian asi secara ekslusif. Seperti yang menjadi tema Hari Gizi Nasional tahun 2012 “1000 hari menuju gizi prima” dalam tema ini tersirat makna yang bahwa pemberian asi secara ekslusif benar-benar harus diupayakan supaya bayi dapat tumbuh sehat dan cerdas. Upaya meningkatkan cakupan asi ekslusif tidaklah mudah, karena belum semua Rumah Sakit, Rumah Bersalin, dan Bidan Praktek Swasta, mau mensosialisakan program ini, bahkan, sebagian dari mereka tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yang merupakan langkah awal untuk mencapai program asi eklsusif.  Bahkan mereka membekali ibu  dengan susu formula untuk bayi nya. Hal ini dapat menyebabkan gagalnya ibu untuk menyusui secara eksklusif.

ARGUMEN KEBIJAKAN YANG LEMAH

Kebijakan pemerintah melalui pemberdayaan Kelompok Pendukung Ibu (KP – Ibu)  di Kabupaten Sleman pertama kali dilaksanakan di empat kecamatan yang berdampak langsung erupsi Merapi 2010 yaitu Cangringan, Pakem, Turi, dan Ngemplak.  Pada awal pembentukkan kelompok ini dengan cara membuat suatu kelompok yang saling sharing tentang pemberian ASI dan masalah-masalah menyusui selama di pengungsian. Pada saat pertama kali program ini dilaksanakan, masih mengalami banyak hambatan karena belum ada tenaga dari kabupaten sleman yang terlatih dan belum adanya dukungan dari  petugas kesehatan, Pokja IV desa,dan aparat desa. Setelah program ini dilaksanakan, ternyata masyarakat mulai sadar dan berniat menreplikaskan di dusun yang belum ada Kelompok Pendukung Ibu. Pada kenyataannya tidak semua desa berniat mereplikasi kegiatan ini dengan menggunakan dana dari desa. Mereka masih berharap dari pemerintah  dapat mengembangkan dan melestarikan program KP Ibu di wilayahnya. Padahal pemerintah, hanya memberikan pancingan pada tahun pertama, sedangkan untuk kelanjutan dari program diserahkan ke wilayah setempat

 

EFEKTIFKAH PROGRAM INI.

Kebijakan  pemberdayaan masyarakat melalui KP Ibu, sangatlah tepat. Karena masyarakat akan lebih sadar meningkatkan cakupan asi ekslusif kalau mereka benar-benar mengetahui manfaat asi ekslusif . Mereka akan lebih peduli dan sharing terhadap kelompok sebaya nya ( sesama ibu hamil/ibu menyusui) untuk dapat menyusui anaknya secara baik dan benar sehingga program asi eksclusif dapat berhasil. Masyarakat akan lebih percaya pada role model

 

APA AKAR MASALAH YANG TEPAT?

Pengetahuan tentang asi eksclusif yang masih terbatas, hal ini terjadi karena kurangnya sosialisi tentang Inisasiasi Menyusu Dini (IMD), manfaat asi ekslusif, cara menyusui yang baik dan benar. Mereka tentu akan lebih memberikan asi daripada menerima informasi yang diberikan oleh produsen susu formula, bahwa susu formula adala makanan pengganti asi. Masyarakat meskipun pendidikannya rendah apabila informasi asi eksluif diberikan sejak dini (sejak bayi dalam kandunngan) , tentu mereka tidak akan memberikan susu formula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s