KAWASAN BEBAS ROKOK

 

Mengapa rokok, dalam hal ini perokok aktif, menjadi agenda kebijakan?

Rokok sudah lama menjadi masalah public yang tidak terpecahkan. Rokok merupakan salah satu masalah kesehatan yang belum terpecahkan. Padahal asap rokok memiliki dampak kesehatan yang sangat buruk, tetapi jumlah penggunanya tetap meningkat dari waktu ke waktu. Salah satu hal yang merugikan dari rokok adalah kebanyakan perokok aktif itu tidak memiliki etika dalam merokok. Kebanyakan dari mereka merokok tidak pada tempatnya dan hal ini yang memicu banyaknya perokok pasif yang kemudian memiliki masalah kesehatan. Akan tetapi menertibkan perokok aktif memiliki masalah tersendiri karena para perokok berlindung dibalik tameng HAM. Oleh karena itu perlu adanya suatu kebijakan yang melarang perokok untuk merokok pada tempat tertentu atau membatasi dengan membuat ruang khusus.

Argumen Kebijakan :

Kebijakan yang cocok untuk masalah ini adalah kawasan bebas rokok. Karena diharapkan kawasan – kawasan seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum lainnya memang harus bebas rokok. Karena dengan bebas rokok, maka paparan asap rokok akan hilang sama sekali. Karena mereka sama sekali tidak boleh merokok di kawasan tersebut. Apabila hanya dilakukan kawasan khusus merokok, maka ada kemungkinan mereka untuk melanggar dengan tidak merokok dikawasan tersebut. Walaupun dua kebijakan ini sama2 berpotensi dilanggar, oleh karena itu perlu adanya partisipasi dari masyarakat dan petugas keamanan pada kawasan tersebut. Sedangkan untuk kebijakan membuat peraturan khusus tentang perokok lebih susah diimplementasikan karena masih banyak hambatan dari pengusaha rokok, pembuat kebijakan yang merokok juga.

Apakah efektif kebijakannya?

Kebijakan kawasan bebas rokok walaupun lebih kuat dari kawasan khusus merokok dan peraturan khusus yang mengatur perokok, tetap kurang begitu efektif pada pelaksanaannya. Karena tidak adanya pengawasan terutama pada rumah sakit dan pusat swalayan. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor salah satunya adalah masih banyaknya petugas di rumah sakit dan pusat swalayan yang juga merokok. Jadi mereka akan membiarkan orang merokok selama mereka sendiri masih bisa merokok. Sedangkan untuk di sekolah mungkin lebih ketat karena image sebagai sebuah lembaga pendidikan membuat mereka untuk lebih ketat. Tapi secara keseluruhan kebijakan ini sudah lumayan efektif, karena sekarang dapat kita lihat jumlah perokok pada tempat2 umum yang masuk kebijakan ini sudah berkurang banyak.

Apakah akar masalahnya sudah tepat?

Akar masalah sebenarnya adalah pada pendidikan yang ditanamkan sejak dini. Lemahnya penanaman pendidikan mengenai rokok membuat banyak sekali perokok-perokok bermunculan. Seandainya pendidikan mengenai bahaya rokok sudah ditanamkan sejak dini, maka perokok – perokok akan dapat ditekan dan perilaku perokok yang tidak bertanggung jawab dapat ditekan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s