Kebijakan Penetapan Status KLB Penyakit Antraks Kabupaten Boyolali

 

Mengapa Penetapan Status KLB Penyakit Antraks menjadi agenda kebijakan?

Berjangkitnya penyakit antraks di Desa Karangmojo Kecamatan Klego Kabupaten Boyolali pada Februari 2011 merupakan hal yang tak terprediksi sebelumnya oleh Pemerintah Kabupaten Boyolali. Mengingat daerah tersebut bukan merupakan daerah risiko tinggi penyakit antraks dan kejadian itu merupakan kejadian pertama kalinya di daerah tersebut. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) merupakan isu kebijakan karena 4 hal. Pertama, keadaan itu akan mempengaruhi masyarakat luas, ditetapkan atau tidak, akan berdampak luas di masyarakat. Kedua, sebagian besar penderita antraks berasal dari masyarakat yang kurang mampu, sehingga perlu bantuan biaya pengobatan dari pemerintah. Ketiga, sumber penularan penyakit masih berada di sekitar lokasi daerah tertular sehingga perlu penangan ekstra dari pihak pihak terkait. Keempat, dibutuhkan biaya yang besar untuk menanggulangi masalah tersebut secara komprehensif hingga tuntas.

Oleh sebab itu pemerintah daerah memandang perlu ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa penyakit antraks dengan surat Bupati.

 

Argumen kebijakan yang lemah

Kebijakan Penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit Antraks di Kabupaten Boyolali pada tahun 2011 marupakan langkah yang tepat guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit tersebut ke daerah lain. Dengan penetapan status KLB tersebut, penanganan kajadian menjadi lebih terkoordinir antar stake holder yang berperan aktif dalam penanggulangan. Beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), TNI dan POLRI masing masing berperan sesuai tugas pokok dan fungsi masing masing. Terutama Dinas Peternakan yang melakukan penanggulangan pada hewan dan Dinas Kesehatan pada penderita manusia. Meskipun dengan dikeluarkannya Surat Bupati Boyolali tentang penetapan status KLB tersebut berdampak pada sektor perekonomian masyarakat dengan merosotnya harga sapi dari Kabupaten Boyolali. Dalam hal ini sudah barang tentu yang paling merasakan dampak dari kebijakan ini adalah petani peternak di Kabupaten Boyolali. Bahkan di kawatirkan juga akan berdampak pada harga air susu sapi.

 

Efektifkah kebijakan ini?

Kebijakan penetapan status KLB ini merupakan langkah yang tepat untuk kondisi saat itu. Langkah ini menjadi efektive karena di ikuti dengan langkah langkah koordinasi antar lembaga dan dinas yang melakukan penanggulangan. Jika dipandang dari segi perekonomian, untuk sesaat memang langkah ini menimbulkan kerugian pada masyarakat peternak. Namun jika langkah ini tidak diambil maka akan sulit melakukan peanggulangan dengan cepat dan cara yang tepat.

 

Apa akar masalahnya tepat?

Jumlah penderita penyakit antraks di daerah tertular naik secara signifikan. Apalagi peristiwa ini merupakan peristiwa pertama kalinya terjadi penularan penyakit antrkas di daerah tersebut. Hasil dari pengujian laboratorium terhadap sampel lingkungan yang dilakukan oleh laboratorium Balai Besar Veteriner menunjuukan bahwa di lingkungan tersebut telah tercemar bacillus anthracis. Hal ini yang memungkinkan masih adanya bakteri atau spora antraks di alam terbuka yang sewaktu waktu dapat menginfeks masyarakat yang rentan. Dengan dikeluarkannya surat ini maka semua penderita dapat di obati atas biaya dari pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s