KEBIJAKAN JAMPERSAL (JAMINAN PERSALINAN)

 

Mengapa Jampersal menjadi agenda kebijakan

Jampersal  menjadi  salah satu dari isu kebijakan  yang berkembang saat ini disebabkan karena beberapa hal. Yang pertama masih banyak ibu-ibu hamil khususnya yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah tidak mempunyai biaya untuk melakukan persalinan dipelayanan kesehatan. Yang kedua masih tingginya angka kematian Ibu (AKI) dan bayi (AKB) di Indonesia. AKI dan AKB menjadi isu dominan karena kedua hal ini adalah salah satu dari indikator MDGS (Mellenium Development Golds) yang merupakan kesepakatan seluruh negara anggota PBB. MDGs merupakan Indikator pembangunan nasional yang berorientasi pada masalah kesehatan, penyakit menular, kemiskinan, pendidikan dll. Jadi suatu negara yang mempunyai AKI dan AKB yang rendah menunjukan bahwa pembangunan kesehatan dinegaranya sudah maju, sebaliknya negara yang memiliki AKI dan AKB yang tinggi menunjukan bahwa pembangunan kesehatan di negaranya masih sangat kurang. Maka dari itu maka semua negara didunia berlomba-lomba untuk menurunkan AKI dan AKB di negaranya. Yang kedua dari penyebab program jampersal menjadi isu kebijakan adalah Jaminan Persalinan yang  JAMPERSAL adalah jaminan yang membiayai pelayanan persalinan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB paksa persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Kebijakan JAMPERSAL  dimaksudkan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan dalam persalinan.

Alternatif Kebijakan

Jampersal memiliki beberapa kelemahan antara lain; Tidak tersampainya program secara benar kepada masyarakat karena kurangnya sosialisasi; Ketiadaan batasan jumlah anak dalam pelayanan program JAMPERSAL sehingga  membuat masyarakat cenderung melakukan proses persalinan secara terus menerus. Alternatif kebijakan yang bisa digunakan untuk menurunkan AKI da AKB yakni dengan pelatihan kepada dukun-dukun beranak di daerah pedesaan, akan tetapi hal ini kurang begitu berpengaruh karena keselamatan ibu dan bayi masih belum terjamin walaupun ditangan dukun yang terlatih. Alternatif lainnya guna menurunkan AKI dan AKB adalah dengan membatasi jumlah anak yang dimiliki dalam satu keluarga, dengan jumlah anak yang sedikit maka jumlah kelahiran pun akan berkurang sehingga berdampak pada penurunan AKI dan AKB, sebenarnya pembatasan anak ini masuk dalam domain keluarga berencana (KB),  tetapi kenyataannya program KB ini masih dalam proses perlu ditingkatkan fungsi dan peranannya. Kombinasi antara program KB dan Jampersal adalah kombinasi yang bagus dan saling menunjang untuk menurunkan AKI dan AKB.

Efektifkah kebijakan ini?

Kebijakan Jampersal saat ini sebenarnya sudah cukup efektif dan terbukti menurunkan AKI dan AKB. Akan tetapi beberapa kelemahan program jampersal harus segera diatasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari kebijakan ini. Alternatif perbaikan kebijakan Jampersal antara lain; Mensosialisasikan tentang program Jampersal secara partisipatif dan kondisional, Mempertegas aturan program Jampersal   bagi  sasaran program yang dikhususkan untuk keluarga miskin sebagai prioritas penerima mafaat, dan Memberikan batasan proses persalinan dengan nominal cukup 2 anak dalam pelayanan program Jampersal.

 

Apa akar masalah yang tepat?

Akar masalah dari tingginya AKI dan AKB adalah masih banyaknya masyarakat dengan ekonomi rendah tidak mampu dalam membayar biaya pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan ketika masa nifas. Akar masalah lain adalah di beberapa daerah masih ada tradisi dan budaya bahwa semakin banyak anak maka semakin meningkat rezeki/pendapatannya. Selain itu pada masyarakat ekonomi rendah umumnya memiliki tingkat pendidikan yang rendah pula sehingga mereka kurang mengetahui dan kurang sadar akan pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan masa nifas di pelayanan kesehatan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s